Cakap Hadir di Startup Bazaar CGS – CIMB Sekuritas Indonesia

Sebagai Bentuk Peran Aktif Cakap Terhadap Perkembangan Industri Kreatif

Pada tanggal 25 Juni 2019, Cakap berkesempatan untuk turut meramaikan acara CGS-CIMB 13th Annual Indonesia Conference di AYANA Midplaza Hotel, Jakarta. Acara yang mengusung tema “Development in Creative Industry” ini menghadirkan panelis berkelas internasional dan berbagai perusahaan start-up. Panelis yang hadir dalam acara ini adalah Derek H. Chen selaku ekonom senior di Bank Dunia dan Shinta Kamdani selaku Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Selain presentasi dari para panelis, acara ini juga menyelenggarakan Start-Up Bazaar di mana dalam sesi ini, peserta akan mendapatkan pandangan baru tentang bagaimana cara mengembangkan start-up-nya melalui para pembicara yang sudah terjun langsung di dunia bisnis digital.

Sesi ini diisi oleh panelis yang terdiri dari perwakilan perusahaan venture capital seperti Vertex Ventures, Kejora, Convergence Ventures, dan GDP Ventures. Dalam sesi ini Bapak Rudiantara juga hadir sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) dengan sambutannya yang mengungkapkan bahwa untuk menuju SRO (Self Regulatory Organization), Pemerintah terus bertransformasi guna melindungi hak konsumen dalam perkembangan bisnis dan ekonomi yang saat ini berkembang pesat. Selain itu, juga menjadi fasilitator untuk start-up bangsa agar terus berkembang.

Sebagai salah satu partisipan dan panelis, Tomy Yunus, CEO dari Cakap mengungkapkan CGS merupakan acara yang dapat menghubungkan para penggiat start-up dengan calon-calon partner untuk berkolaborasi.

Pada sesi talkshow yang bertemakan Edtech bersama dengan Dipo Satria Ramli (CEO Dana Didik) dan Leslie Lim (CEO Cicil), Tomy Yunus selaku CEO Cakap mengungkapkan bahwa Cakap hadir untuk mendisrupsi cara belajar indonesia terutama pada pengembangan kemampuan berbahasa asing. Karena menguasai bahasa asing kini menjadi kebutuhan bagi setiap orang, terutama bagi mereka yang ingin mengembangkan karir dan pendidikan. Padatnya aktivitas dan jarak ke tempat lembaga pelatihan bahasa yang tidak dekat, menjadikan e-learning sebagai salah satu solusi yang tepat untuk masalah ini.

Melihat fenomena tersebut, Squline hadir sebagai pelopor pembelajaran online di Indonesia sejak tahun 2014 dengan menyediakan kursus bahasa Jepang, Mandarin, Inggris, dan Bahasa Indonesia secara daring (online) sehingga pengguna dapat mengakses pelajaran bahasa asing tanpa terikat waktu dan tempat didukung oleh pengajar profesional. Lima tahun terakhir Squline mengalami pertumbuhan yang luar biasa dan menjadi platform pembelajaran bahasa terbesar di Indonesia dengan 100.000 lebih pengguna.

Perusahaan startup pengembang aplikasi belajar online bahasa asing secara dua arah (two-way interaction) ini memutuskan untuk berubah nama menjadi Cakap sebagai bentuk komitmen-nya untuk tumbuh dan fokus dalam menciptakan dampak sosial bagi masyarakat Indonesia. “Cakap, berarti kompeten atau terampil dalam Bahasa Indonesia, sejalan dengan visi kami selama ini untuk meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia dengan cara memberikan pendidikan berkualitas tinggi yang mudah diakses, dapat diterima dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia”, seperti yang dijelaskan Tomy Yunus selaku founder sekaligus CEO Cakap dalam acara Grand Launching Cakap, Minggu, (6/4/2019) di Summarecon Mall Serpong.

Bertepatan pada acara Grand Launching Cakap tersebut, Cakap memecahkan rekor sebagai Aplikasi Daring Pertama Belajar Bahasa Dengan Interaksi Dua Arah Secara Langsung di Indonesia. Yang diserahkan oleh perwakilan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).